Warung Moko

Moko, sebuah warung yang berada di ketinggin kota Bandung, tingginya bisa sampai 800 meter dari permukaan laut, Bukit Moko terletak di Desa Cimuncang, Ada tiga jalur untuk mencapai Moko. Pertama, melewati jalan yang bernama Bojong Koneng. Jalur ini adalah jalur yang terdekat dari segi jarak. Lalu kita juga bisa melewati jalur lainnya, yaitu jalur Cimuncang dan jalur Padasuka. Pada jalur Cimuncang, terdapat jalan penuh bebatuan yang hanya dapat dilewati oleh kendaraan khusus lintas alam. Sedangkan para pengunjung umumnya lebih memilih melewati jalur Padasuka karena tepi jalan di jalur ini sudah beraspal, meskipun tanjakan curam tetap tak terhindarkan.

Terkenal sebagai tempat nongkrongnya para off roaders. Jalan menuju ke Warung Moko memang membutuhkan perjuangan, medan jalan yang menanjak dan jalan yang kurang begitu rata harus membutuhkan ekstra konsentrasi, disekitarnya terdapat jurang yang lumayan dalam, dibutuhkan kehati-hatian dalam mengendarai kendaraan anda. Terdapat beberapa tanjakan berbatu-batu yang cukup sulit untuk dikendalikan dan sewaktu anda dalam perjalanan pulang kondisi rem sangat diperlukan karena kondisinya menurun tajam disertai tikungan-tikungan tajam.

Namun segala pengorbanan akan setimpal ketika sudah sampai di sana. Suasananya masih sangat alami, kita bisa lihat kebun-kebun kol, bawang, jagung yang rapi, udaranya sejuk, pemandangan kota Bandung sangat terlihat jelas dari warung ini. Belum ada kafe-kafe lain disekitarnya sehingga masih sangat terasa suasana alaminya.

Dekorasinya tempatnya juga sangat alami, mejanya dan kursinya terbuat dari batu dan kayu, batu besar dibikin lempengan setebal kepalan tangan dijadikan meja segi empat dan terdapat saung2 kecil di sekitar warung ini, cocok sebagai tempat nongkrong sambil menikmati secangkir kopi atau teh hangat.

Menu nya sangat sederhana seperti mie goreng /rebus kornet, pisang bakar keju(porsinya besar, sangat direkomendasikan), nasi goreng, aneka minuman hangat dll. Harga makanan disini sangat standar, lumayan untuk mengganjal perut yang lapar setelah bersusah payah mencapai warung tersebut.

Warung Moko

Desa Cimuncang , Bandung Utara.

Buka 24 jam

Babakan Siliwangi Bandung

Babakan Siliwangi menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang paling terjangkau oleh masyarakat kota Bandung.

Keberadaan Babakan Siliwangi sebagai RTH juga membuat kawasan ini menjadi paru-paru kota sekaligus tempat rekreasi bagi masyarakat. Babakan Siliwangi memiliki luas sekitar 3,8 hektar.

Masih pagi hari itu, udaranya masih segar dan dingin tentunya, tetapi saat memasuki wilayah hutannya sangat disayangkan sekali banyak sekali sampah dan nyamuk.

Disanapun terdapat mata air dan kubangan kolam kecil. Di lokasi hutan babakan siliwangi ini saya membuat liputan video dan mengambil beberapa objek gambar yang cukup menarik disana.

Untuk spot pertama di daerah tangga – tangga turun dan jembatan yang melingkari taman kecil, saya melihat coretan – coreatan tipe x tangan – tangan jahil di besi tangga tersebut, membuat sedikit nuansa menjadi kumuh dibuatnya. Lalu di beberapa lantai kayu jembatan nya ada beberapa yang sudah rusak dan lepas. Membuat rasa kuatir saat saya memijakkan kaki dan berjalan diatasnya.

Masuk ke wilayah Babakan Siliwangi ini gratis. Selain bisa jalan-jalan, kita pun bisa berolahraga karena babakan siliwangi ini berdekatan dengan SABUGA, dan yang penting semoga kedepannya kebersihan babakan siliwangi tetap terjaga yah…

*sumber: http://www.mbandung.com/direktori/wisata/babakan-siliwangi-bandung.html